Tuesday, November 16, 2010

KLASIFIKASI MIKROBA

KLASIFIKASI MIKROBA

Taksonomi adalah ilmu yang mempelajari klasifikasi, identifikasi, dan nomenklatur. Untuk tujuan klasifikasi, organisme dikelompokkan pada organisasi (katagori) takson dari hirarki tertinggi sampai terendah. Untuk hewan species adalah organisme yang mampu melakukan perkawinan dan memperoleh keturunan yang fertil.

Klasifikasi adalah metode pengorganisasian, pengelompokan, dan pengurutan informasi. Pengelompokan biasanya berdasarkan karakter pembeda dan penyama. Karakter pembeda dipakai untuk membedakan kelompok satu dengan kelompok lainnya. Sedangkan karakter penyama adalah karakter yang dimiliki bersama dalam satu kelompok. Pengurutan biasanya berupa pengurutan hirarki, di mana hirarki tertinggi biasanya diurutan pertama, sedangkan hirarki terendah diurutan paling akhir.

Identifikasi adalah pengunaan praktis kriteria klasifikasi untuk membedakan organisme satu dengan yang lainnya. Nomenklatur adalah penamaan yang menunjukkan karakteristik organisme untuk setiap hirarki katagori takson. Penamaan ini harus bersifat universal dan mampu dipahami oleh semua ilmuwan yang ada di dunia. Oleh karena itu pengunaan bahasa universal sangat penting. Bahasa universal untuk penamaan organisme adalah bahasa Latin dan Yunani. Kedua bahasa ini telah menjadi bahasa sains dan elit bagi ilmuwan pada abad Permulaan sampai abad Pertengahan. Dengan demikian terdapat bahasa pemersatu untuk sains khususnya biologi.

Linnaeus telah membangun sistem klasifikasi organisme. Sistem klasifikasi Linnaeus masih digunakan untuk klasifikasi tanaman dan hewan. Dengan modifikasi sistem Linnaeus dapat diterapkan untuk klasifikasi jamur dan bakteri. Sistem klasifikasi Linnaeus menerapkan sistem hirarki yang dimulai dari hirarki tertinggi dan diakhiri hirarki terendah. Hirarki tertinggi sistem klasifikasi Linnaeus adalah Kingdom, sedangkan hirarki terendah adalah Species. Setelah introduksi takson Domain oleh Woese, maka hirarki tertinggi adalah Domain.

Domain

Kingdom

Phyllum

Class

Ordo

Family

Genus

Species

SEJARAH KETURUNAN

Meskipun tidak ada metode pasti dalam mengklasifikasi suatu benda, maka ketika suatu organisme hendak diklasifikasi, maka timbul suatu pertanyaan “berasal dari manakah dia?”. Organisme selalu memiliki sejarah perkembangan genetik masing-masing. Secara kasat mata kita dapat melihat bahwa banyak organisme memiliki persamaan meskipun mereka berbeda. Hal ini karena organisme memiliki nenek moyang bersama.

Pada abad 19 ahli biologi mulai sadar bahwa species dinamis tidak statis. Oleh karena itu species berubah setiap saat. Penemuan fosil memperkuat pemikiran tersebut bahwa bentuk kehidupan kuno berbeda dengan bentuk kehidupan sekarang. Penemuan fosil yang menunjukkan proses perubahan organisme secara gradual semakin memperkuat dugaan tersebut. Dengan kenyataan seperti itu, maka suatu kelompok species dapat berubah pada kurun waktu tertentu menjadi species baru yang berbeda dengan kelompok species lain yang dulu merupakan satu kelompok species. Kelompok species lain dapat masih bertahan (tidak berubah) atau berubah ke arah berlawanan.

SISTEM ALAMI KLASIFIKASI

Tidak ada aturan baku dalam mendisain klasifikasi. Kita dapat mengkalsifikasi organisme berdasarkan kriteria yang kita anut. Namun terdapat beberapa pertanyaan “apa yang dapat kita pelajari darri klasifikasi?”, “seberapa pentingkah?”, “Adakah klasifikasi alternatif dari klasifikasi yang kita pakai dan hal itu memberikan lebih banyak informasi?” Kriteria yang kita pakai dalam klasifikasi harus dapat memberikan informasi penting dan berguna. Kita lebih mementingkan kriteria patogenik dan non-patogenik daripada bentuk organisme.

Pada awal sistem klasifikasi organisme dicetuskan oleh Linnaeus karakter bersama dipakai sebagai petunjuk hubungan kekerabatan. Hal ini terjadi karena saat itu belum ditemukan ilmu yang mampu menjelaskan hubungan kekerabatan (genetika). Ketika genetika telah ditemukan, maka sistem klasifikasi organisme mengarah ke hubungan kekerabatan (filogeni). Darwin memilih klasifikasi berdasarkan sejarah evolusi sebagai sistem alami. Darwin menyatakan bahwa Linnaeus berhasil membuat sistem alami klasifikasi berdasarkan persamaan karakter yang merefleksikan sejarah evolusi pada tumbuhan dan hewan.

Mikroba khususnya bakteri dan protista sulit diklasifikasi. Hal ini karena mereka sederhana dan memiliki morfologi serupa. Beberapa karakter yang dapat dipakai untuk klasifikasi bakteri adalah struktur dinding sel (pewarnaan Gram), persentase G+C genom, suhu pertumbuhan, kemampuan membentuk spora, sumber elektron, kemampuan fotosintesis, motilitas, bentuk sel, variasi sumber karbon dan nitrogen, dan kebutuhan khusus nitrisional (vitamin, dll). Karakter tersebut bukan mencerminkan suatu sistem alami klasifikasi bakteri, tetapi tidak ada alternatif lain yang memuaskan dalam klasifikasi bakteri. Alhasil kriteria tersebut dibakukan dalam sebuah manual klasifikasi dan identifikasi bakteri (Bergey's Manual of Determinative Bacteriology).

TEKNIK KLASIFIKASI

Pendekatan Numerik (Numeric Approach)

Ketika mempelajari anggota Enterobacteriaceae, Edwards dan Ewing membangun prinsip karakterisasi, klasifikasi, dan identifikasi organisme sebagai berikut. Klasifikasi dan identifikasi organisme harus berdasarkan morfologi keseluruhan dan pola biokimia. Karakter tunggal (partogenik, variasi inang, reaksi biokimia) jika tidak memiliki nilai penting, tidak dapat dipakai sebagai dasar klasifikasi dan identifikasi organisme.

Pada taksonomi numerik (taksonomi fenetik) mengunakan 50—200 karakteristik biokimia, morfologi, dan karakter koloni (termasuk sensitivitas terhadap antibiotik) digunakan untuk menentukan derajat kesamaan di antara beberapa organisme. Dalam kajian numerik, peneliti sering mengkalkulasi koefisien persentase persamaan di antara galur-galur maupun species-species. Dendogram atau matriks persamaan memperlihatkan hubungan individual antar-galur dan dibuat berdasarkan koefisien persentase persamaan di antara mereka. Dendogram pada Gambar 7.1 menunjukkan bahwa group 1 terdiri atas 4 galur Citrobacter freundii di mana 3 galur memiliki persamaan sekitar 95% di antara mereka, sedangkan 1 galur memiliki persamaan 90% dengan 3 galur pertama. Group 2 terdiri atas 3 galur Citrobacter diversus yang memliki persamaan sekitar 95% di antara mereka dan 70% dengan C. freundii (group 1). Escherichia coli (group 3) memiliki persamaan sekitar 50% dengan Citrobacter.

Gambar 7.1 Contoh sebuah dendogram

Ketika pendekatan ini digunakan sebagai satu-satunya dasar klasifikasi, maka akan menyulitkan dalam menentukan banyaknya uji yang harus dipilih yang cocok mencerminkan hubungan antar-genus maupun antar-species.

Pendekatan Filogenetik (Phylogenetic Approach)

Metode ideal identifikasi dan klasifikasi organisme adalah membandingkan urutan gen antara galur tersedia dan beberapa species yang telah diketahui luas. Hal ini sulit dilakukan, kalaupun dapat dilakukan akan memerlukan biaya cukup banyak dan waktu lama. Beberapa teknik dipakai dalam pendekatan filogenetik, diantaranya hibridisasi DNA. Metode ini mengukur sejumlah urutan DNA umum 2 organisme dan mengestimasi persentase divergensi dalam urutan DNA yang mirip tetapi tidak identik. Kajian kemiripan DNA berdasarkan hibridisasi DNA telah dilakukan untuk khamir, virus, bakteriofag, dan banyak bakteri.

Lima faktor yang dapat dipakai untuk menentukan kemiripan DNA adalah ukuran genom, jumlah G+C, reasosiasi optimal DNA, stabilitas DNA terhadap panas, dan reasosiasi supraoptimal DNA.

Ukuran Genom

DNA bakteri memiliki ukuran (diukur ekuivalen berat molekul) sebesar 1x109—8x109. Ukuran genom biasanya dapat langsung membedakan antar-kelompok. Legionella pneumophila (bakteri penyebab penyakit legionnare) berbeda dengan Bartonella quintana (Rickettsia). L. Pneumophila memiliki ukuran genom 3X109, sedangkan B. Quintana sekitar 1X109.

Jumlah G+C

Jumlah G+C bakteri DNA bervariasi antara 25 sampai 75%. Persentase G+C ini spesifik, tetapi tidak eksklusif. Artingan 2 galur dengan persentase G+C mirip dapat termasuk dalam kelompok species sama atau berbeda. Jika persentase G+C cukup berbeda, maka dapat dipastikan kedua galur berbeda species.

Reasosiasi optimal DNA

Kekerabatan DNA ditentukan dengan mengasosiasikan pita tunggal DNA galur satu dengan galur lainnya untuk berasosiasi membentuk pita ganda DNA. Reasosiasi DNA merupakan reaksi tergantung suhu. Suhu optimal reasosiasi DNA adalah 25—30°C di bawah denaturasi DNA. Di bawah suhu tersebut pita ganda DNA (berbeda) tereasosiasi menjadi tunggal kembali. Studi menunjukkan bahwa galur-galur suatu species bakteri memiliki kemiripan urutan DNA sebesar 70—100%. Namun kemiripan DNA antar-species bervariasi antara 0 sampai 60%.

Gambar 7.2 reasosiasi dua DNA tunggal menghasilkan 3 pola yaitu reasosiasi sempurna (atas), reasosiasi sebagian (tengah), tanpa reasosiasi (bawah)

Stabilitas DNA terhadap Panas

Setiap 1% basa nukleotida takberpasangan dalam pita ganda DNA menurunkan stabilitas DNA terhadap panas sebesar 1% juga. Oleh karena itu perbandingan stabilitas DNA terhadap panas antara DNA dupleks (original) 2 galur berbeda dan DNA heterodupleks (hibridisasi) dapat menunjukkan divergensi di antara kedua galur tersebut.

Reasosiasi Supraoptimal DNA

Ketika suhu inkubasi untuk reasosiasi DNA dinaikkan dari 25—30°C di bawah denaturasi DNA menjadi 10—15°C di bawah denaturasi DNA, hanya DNA yang sangat mirip yang dapat bereasosiasi (lebih stabil terhadap panas). Galur dalam satu species biasanya mirip 60% pada uji reasosiasi supraoptimal DNA.

Penetapan Species Berdasarkan Kemiripan DNA

Berdasarkan 5 faktor kemiripan DNA, galur-galur pada E. coli dapat ditetapkan sebagai berikut> Jumlah G+C 49—52 persen mol, ukuran genom 2,3—3,0x109, reasosiasi lebih dari 70% pada suhu optimal dengan 0—4% divergensi dan 60% pada suhu supraoptimal.

Faktor Lain dalam Pendekatan Filogenetik: Urutan RNA Ribosom

Membandingkan urutan DNA dapat dengan mudah diaplikasikan pada eukariota. Hal ini karena DNA eukariota tidak mudah mengalami mutasi. Sebaliknya DNA prokariota mudah bermutasi. Oleh karena itu dicari material genetik yang tidak mudah mengalami mutasi. Materi genetik yang paling sulit bermutasi adalahmaterial genetik ribosom. Material genetik ribosom adalah RNA. Prokariota memiliki 3 jenis RNA ribosom (rRNA) yaitu 5S, 16S, dan 23S rRNA (Tabel 7.1). Karena 5S rRNA relatif kecil, maka yang sering digunakan adalah 16S dan 23S rRNA. Urutan 16S rRNA berbagai organisme terlihat pada Tabel 7.2

Tabel 7.1 karakterisasi rRNA

Tipe rRNA

Ukuran (bp)

Lokasi

5S

16S

23S

120

1500

2900

Subunit besar

Subunit kecil

Subunit besar

Bernadette Pace, seorang mahasiswa University Illinois melakukan anelisasi rRNA dengan DNA genom untuk mengukur kemiripan rRNA berbagai species. Percobaannya menunjukkan bahwa metode pengurutan rRNA dapat diterima secara ilmiah sebagai metode perbandingan luas antar organisme daripada hibridisasi DNA-DNA.

Tabel 7.2 Urutan 16S rRNA berbagai organisme

Species

Urutan RNA

Manusia

Khamir

Jagung

Escherichia coli

Anacystis nidulans

Thermotoga maratima

Methanococcus vannielii

Thermococcus celer

Sulfolobus sulfotaricus

...GTGCCAGCAGCCGCGGTAATTCCAGCTCCAATAGCGTATATTAAAGTTGCTGCAGTTAAAAAG...

...GTGCCAGCAGCCGCGGTAATTCCAGCTCCAATAGCGTATATTAAAGTTGTTGCAGTTAAAAAG...

...GTGCCAGCAGCCGCGGTAATTCCAGCTCCAATAGCGTATATTTAAGTTGTTGCAGTTAAAAAG...

...GTGCCAGCAGCCGCGGTAATACGGAGGGTGCAAGCGTTAATCGGAATTACTGGGCGTAAAGCG...

...GTGCCAGCAGCCGCGGTAATACGGGAGAGGCAAGCGTTATCCGGAATTATTGGGCGTAAAGCG...

...GTGCCAGCAGCCGCGGTAATACGTAGGGGGCAAGCGTTACCCGGATTTACTGGGCGTAAAGGG...

...GTGCCAGCAGCCGCGGTAATACCGACGGCCCGAGTGGTAGCCACTCTTATTGGGCCTAAAGCG...

...GTGGCAGCCGCCGCGGTAATACCGGCGGCCCGAGTGGTGGCCGCTATTATTGGGCCTAAAGCG...

...GTGTCAGCCGCCGCGGTAATACCAGCTCCGCGAGTGGTCGGGGTGATTACTGGGCCTAAAGCG...

Carl Woese menyadari potensi urutan rRNA dalam menentukan hubungan filogenetik. Pada mulanya dia hanya mengurutkan RNA hanya 25% dari total urutan 16SrRNA. Namun sekerang seluruh 16S rRNA (10000 nukleotida) telah dapat diurutkan dan dipakai untuk mencari kekerabatan antar-organisme

Gambar 7.3 Identifikasi bakteri melaui pendekatan polifasik

Pendekatan Polifasik (Polyphasic Approach)

Secara praktis, pendekatan taksonomi organisme khususnya bakteri harus polifasik (Gambar 7.3). Langkah pertama adalah mengelompokan secara fenotip galur-galur secara morfologik, biokimiawi, dan karakter lainnya. Kelompok fenotip kemudian diuji kemiripan DNA untuk menentukan apakah homogenitas atau heterogenitas fenotip mencerminkan homogenitas atau heterogenitas filogenetik. Langkah berikutnya adalah menguji ulang karakteristik biokimiawi dari kelompok galur yang diuji. Langkah ini untuk memperjelas batas sifat biokimiawi dari galur-galur yang diuji.

Karakter Morfologi

Awetan basah dan pewarnaan mampu memberi informasi awal terhadap karakter morfologi sel bakteri. Dari teknik ini diperoleh karakter morfologi sebagai berikut. Reaksi sel terhadap pewarnaan Gram dan Acid-fast, motilitas, aransemen flagela, ada-tidaknya spora dan kapsula, dan bentuk sel. Informasi ini dapat mengidentifikasi bakteri sampai tingkat genus. Karakter koloni dan pigmentasi dapat memberi informasi cukup penting. Sebagai contoh beberapa species Porphyromonas berautoflouresens jika terpapar sinar UV dengan panjang gelombang tinggi dan Proteus sp. melakukan swarming pada media.

Karakter Pertumbuhan

Karakter pertumbuhan meliputi ketergantungan terhadap oksigen (aerob, anaerob, atau mikroaerofil), pH, suhu, kebutuhan nutrien, dan resistensi antibiotik. Sebagai contoh Campylobacter jejuni (penyebab diare) tumbuh baik pada suhu 42°C dengan adanya antibiotik. Sedangkan Yersinia enterocolitica tumbuh lebih baik daripada bakteri lain pada suhu 4°C. Leginella, Haemophilus, dan beberapa bakteri patogen lainnya memerlukan faktor pertumbuhan spesifik, sementara itu E. coli dan bakteri enterik dapat tumbuh di media minimal.

Sensitivitas terhadap Antigen dan Fag

Antigen dinding sel, flagela, dan kapsula biasanya digunakan untuk mengklasifikasi organisme pada tingkat species. Serotipe terkadang digunakan untuk membedakan galur dalam kepentingan medis, misalnya V. cholerae (galur O1 yang pandemik) dan E. coli (serotipe enterotoksigenik, enteroinvasif, enterohomoragik, dan enteropatogenik).

Fag tipe (sensitivitas isolat terhadap bakteriofag) telah digunakan untuk memantau epidemiologik penyakit yang disebabkan Staphylococcus aureus, P. aureginosa, V. cholerae, dan S. Thypi. Sensitivitas terhadap bakteriosin juga dipakai sebagai penanda (marker) galur epidemiologik.

Karakter Biokimiawi

Sebagian besar bakteri diidentifikasi dan diklasifikasi berdasarkan reaksi terhadap serangkaian pengujian biokimia. Beberapa metode pengujian (uji oksidase, reduksi nitrat, degradasi amino, dan fermentasi karbohidrat) rutin dilakukan terhadap sebagian besar bakteri. Beberapa bakteri dilakukan pengujian khusus seperti uji koagulase untuk Staphylococcus, uji pyrrolidonyl arylamidase untuk bakteri kokus gram positif. Jenis-jenis pengujian untuk identifikasi bervariasi tergantung kelompok dan species bakteri. Menurut Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat melakukan 46 pengujian untuk mengidentifikasi anggota Enterobacteriaceae. Sementara itu laboratorium klinis menggunakan perangkat uji cepat komersial (comercial rapid test kit) untuk mengidentifikasi isolat dengan kriteria lebih sedikit.

KLASIFIKASI DI ATAS DAN DI BAWAH SPECIES

Di Bawah Species

Untuk tujuan epidemiologi, ahli mikrobiologi klinis harus dapat membedakan galur-galur dengan karakter khusus dalam species sama. Sebagai contoh E. coli serotipe O157:H7 berasosiasi dengan diare berdarah, sehingga menghasilkan sindrom hemolitik uremic.

Pada tingkat di bawah species, yaitu galur biasanya dinyatakan sebagai kelompok atau tipe dengan basis reaksi biokimiawi atau serologi, sensitivitas terhadap fag atau bakteriosin, sifat patogenitas atau karakter lainnya. Karakter yang diterima sebagai kelompok atau tipe di bawah tingkat species adalah serotipe, tipe fag, tipe kolkisin, bioserotipe, dan patotipe.

Di Atas Species

Ahli mikrobiologi harus terbiasa dengan karakter genus dan famili suatu organisme. Genus adalah kumpulan species yang berkerabat dekat dan famili adalah kumpulan genus berkerabat dekat. Genus ideal sebaiknya terdiri dari species-species dengan karakter fenotip dan filogenetik mirip. Citrobacter, Yersinia, dan Serratia memiliki kemiripan fenotip satu dengan yang lainnya, Bacillus, Clostridium, dan Leigonella memiliki kemiripan fenotip, tetapi tidak mirip secara filogenetik (0—65%). Jika baik secara fenotip dan genotip tidak mirip, maka karakter fenotip dipakai sebagai prioritas penentuan kekerabatan genus. Secara praktis identifikasi tingkat genus sebagian besar berdasarkan karakter fenotip khususnya pengujian biokimiawi.

Urutan rRNA yang relatif tidak mudah termutasi selama evolusi, memberikan suatu peluang bagi ahli mikrobiologi untuk membandingkannya (filogenetik) antar organisme. Urutan rRNA dapat dipakai sebagai dasar penentuan identifikasi dan kekerabatan organisme pada tingkat genus, famili, dan tingkat taksonomi (takson) lebih tinggi. Namun untuk tingkat genus dan famili harus didukung oleh kemiripan fenotip.

PERUBAHAN NAMA DAN SPECIES BARU

Nama species harus mengacu pada prinsip dan pedoman tata nama pada masing-masing organisme (Untuk bakteri harus mengikuti Bacteriological Code). Nama ilmiah harus berbahasa Latin atau Yunani. Nama species dan takson di atasnya harus ditentukan berdasarkan 3 kriteria, yaitu publikasi valid, legitimasi nama berdasarkan aturan tata nama, dan prioritas publikasi.

Validasi publikasi terhadap usulan species harus berisi hama species, diskripsi species, penentuan tipe galur species dan harus dipublikasi di International Journal for Systematic Bacteriology (IJSB). Setelah diusulkan, nama species tidak langsung diterima, tetapi mengalami koreksi secara formal. Koreksi dimulai dengan publikasi permintaan opini kepada Judicial Commission of the International Association of Microbiological Societies yang merupakan bagian dari IJSB. Nama species tidak serta merta diterima tetapi diakomodir, sehingga satu species mempunyai nama ganda, seperti Providencia rettgeri/Proteus rettgeri, Moraxella catarrhalis/Branhamella catarrhalis, dan Legionella micdadei/Tatlockia micdadei. Sesuai perkembangan, maka terjadi pengunaan dari salah satu nama ganda tersebut, sehingga akhirnya nama species tersebut menjadi tunggal. Jadi legalitas nama species tergantung pada diterimanya nama tersebut secara umum oleh ilmuwan di seluruh dunia.

Sejumlah genus terbagi menjadi beberapa genus (Aerobacter merupakan genus baru beberapa anggota genusCaplylobacter) dan beberapa species berubah atau berpindah nama baik yang berubah nama species saja atau berubah atau berpindah nama genusnya (Campylobacter cinaedi dan C. fennellie berpidah menjadi Heliobacter cinaedi dan H. fennellie).

Sumber utama informasi usulan species baru dan perubahan nama species dapat ditemukan di IJSB. Selain itu Journal of Clinical Microbiology juga mempublikasikan deskripsi mikroba baru (nilai penting medis, penyakit baru yang ditimbulkan). Semua informasi baik dari IJSB maupun journal lainnya di-update ke update Bergey's Manual of Systematic Bacteriology sebagai teks referensi taksonomi bakteri.

KLASIFIKASI BAKTERI BERDASARKAN BERGEY

Berdasarkan Bergey Manual bakteri dibedakan menjadi 2 yaitu bakteri primitif disebut Arkhaea dan bakteri sejati disebut Eubacteria. Arkhaea adalah bakteri yang dulu dikelompokan sebagai bakteri ekstrim dan non-patogen, sedangkan Eubacteria adalah bakteri moderat baik patogen maupun non-patogen.

Arkhaea

Karakter utama fisiologi Arkhaea adalah termofil ekstrim (termasuk termoasidofil), pereduksi sulfat, metanogen, dan halofil ekstrim. Pengelompokan ini tidak mencerminkan filogeni. Secara filogeni metanogen lebih primitif dan menurunkan beberapa kelompok termasuk halofil, pereduksi sulfat, dan non-metanogen termofil.

Arkhaea termofil merupakan organisme paling termofil yang hidup di bumi. Mereka mampu tumbuh dengan suhu optimal pertumbuhan >100°C. Arkhaea termofil aerob termasuk asidofil, dia mampu mengoksidasi sulfur.

Arkhaea halofil ekstrim adalah organisme paling toleran terhadap kadar garam tinggi. Mereka biasanya aerob atau mikroaerofil. Sebagian dari mereka mampu berfotosintesis tanpa klorofil.

Tabel 7.1 Kelompok filogeni Eubacteria

Kelompok

Anggota (Species)

Hydrogen oxidizers

(oxygen reducers)

Thermotogales

Thermodesulfobacterium group

Green nonsulfur

Deinococcus group

Thermodesulfovibrio group

Synergistes group

Low G+C Gram positive

High G+C Gram positive

Cyanobacteria

Planctomycetales

Chlamydiales

Green sulfur

Cytophaga group

Fibrobacter group

Spirochetes

Proteobacteria (Purple bacteria):

alpha subdivision

beta subdivision

gamma subdivision

delta/epsilon subdivision

Aquifex

Thermotoga, Fervidobacterium

Thermodesulfobacterium

Chloroflexus*|, Herpetosiphon, Thermomicrobium

Deinococcus, Thermus

Thermodesulfovibrio

Synergistes

Bacillus, Clostridium, Eubacterium, Heliobacterium*, Lactobacillus, Mycoplasma, Spiroplasma

Bifidobacterium, Mycobacterium, Propionibacterium, Streptomyces

Oscillatoria*|, Prochlorococcus*, Synechococcus*, chloroplasts*

Planctomyces

Chlamydia

Chlorobium*

Bacteriodes, Cytophaga|, Flexibacter|, Flavobacterium, Rhodothermus

Fibrobacter

Borrelia, Leptonema, Spirochaeta (including Spirochaeta sp. str. Antarctic), Treponema

Agrobacterium, Anaplasma, Rhodobacter*, Rhodospirillum*, Rickettsia, mitochondria

Neisseria, Rhodocyclus*

Beggiatoa|, Chromatium*, Escherichia, Haemophilus, Legionella, Pseudomonas, Salmonella, Vibrio, Yersinia

Bdellovibrio, Campylobacter, Desulfovibrio, Helicobacter, Myxococcus|, Wolinella

* Fotosintetik

I Motil

Arkhaea pereduksi sulfat mempunyai anggota yang luas. Mereka mampu mengasinkan (meningkatkan kadar sulfur) sumur minyak, sehingga menjadi perhatian khusus oleh ilmuwan. Hal ini dapat meningkatkan biaya produksi (menambah biaya pemurnian minyak). Selain mengarami sumur minyak, mereka juga dapat menyerang pipa minyak sehingga menurunkan keawetan pipa.

Arkhaea metanogen adalah mikroba anaerob obligat. Mereka menghasilkan gas metana. Gas metana dapat merusak ozon. Sebagian besar produksi metana dari aktivitas manusia, yaitu peternakan dan pertanian (padi).

Eubacteria

Beberapa pengelompokan (division) pada Eubacteria mencerminkan filogeni di anggota mereka (Tabel 7.1). Meskipun demikian masih terdapat pengelompokan yang belum mencerminkan filogenetik Eubacteria.

Monday, August 23, 2010

KURIKULUM

Download Ktsp Gratis
Download Gratis

Monday, August 2, 2010

Monday, July 26, 2010

Strategi Pembelajaran Inkuiri (SPI)

Strategi Pembelajaran inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan.
Ada beberapa hal yang menjadi cirri utama strategi Pembelajaran Inkuiri:

1. Strategi inkuiri menekankan pada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan.
2. Seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri dari suatu yang dipertanyakan.
3. Tujuan dari penggunaan strategi inkuiri adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis,logis dan kritis.

Strategi Pembelajaran Inkuri efektif apabila :

- Guru mengharapka siswa dapat menemukan sendiri jawaban dari suatu permasalahan yang ingin dipecahkan.
- Jika bahan pelajaran yang akan diajarkan tidak berbentuk fakta atau konsep yang sudah jadi,akan tetapi sebuah kesimpulan yang perlu pembuktian.
- Jika proses pembelajaran berangkat dari ingin tahu siswa terhadap sesuatu.
- Jika akan mengajar pada sekelompok siswa yang rata-rata memiliki kemamuan dan kemampuan berpikir.
- Jika siswa yang belajar tak terlalu banyak sehingga bisa dikendalikan oleh guru.
- Jika guru memiliki waktu yang cukup untuk menggunakan pendekatan yang berpusat pada siswa.
Prinsip-Prinsip Penggunaan SPI

Terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan oleh setiap guru,antara lain:
1. Berorientasi pada pengembangan intelektual,
Yujuan utama dari strategi inkuiri adalah pengembangan kemampuan berpikir,dengan demikian,strategi pembelajaran ini selain berorientasi kepada hasil belajar juga juga berorientasi pada proses belajar.

2. Prinsip interaksi
Pembelajaran sebagai proses interaksi berarti menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar,tetapi sebagai pengatur lingkungan atau pengatur interaksi itu sendiri.

3. Prinsip bertanya
Peran guru yang harus dilakukan dalam SPI adalah guru sebagai penya.Oleh sebab itu kemampuan guru untuk bertanya dalam setiap langkah inkuiri sangat diperlukan.

4. Prinsip Belajar Untuk Berpikir
Belajar bukan hanya mengingat sejumlah fakta,akan tetapi belajar adalah proses berpikir.Pembelajaran berpikir adalah pemanfaatan dan penggunaan otak secara maksimal.

5. Prinsip Keterbukaan
Belajar adalah suatu proses mencoba berbagai kemungkinan,segala sesuatu mungkin saja terjadi.Oleh sebab itu anak perlu diberikan kebebasan untuk mencoba sesuai dengan kemampuan perkembangan logika dan nalarnya.


Langkah Pelaksanaan SPI

Secara umum proses pembelajaran SPI dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :
1. Orientasi
2. Merumuskan masalah
3. Mengajukan hipotesis
4. Mengumpulkan data
5. Menguji hipotesis
6. Merumuskan kesimpulan

1, Orientasi adalah langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang responsip.Pada langkah ini guru mengkondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran.

- Menjelaskan topic,tujuan dan hasil hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai oleh siswa,
- Menjelaskan pokok-pokok kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa untuk mencapai tujuan
- Menjelaskan pentingnya topic dan kegiatan belajar
2.Merumuskan masalah, merupakan langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang mengandung teka-teki.Persoalan yang disajikan adalah persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan teka-teki itu.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merumuskan masalah:
- masalah hendaknya dirumuskan sendiri oleh siswa
- masalah yang dikaji adalah masalah yang mengandung teka-teki dan jawabannya pasti
- konsep-konsep dalam masalah adalah konsep-konsep yang sudah diketahui terlebih dahulu oleh siswa.
3.Merumuskan Hipotesis,adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang sedang dikaji.Sebagai jawaban sementara,hipotesis perlu diuji kebenarannya.
4.Mengumpulkan data, adalah aktivtas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan.
5.Menguji hipotesis, adalah proses menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data.
6.Merumuskan kesimpulan,proses mendiskripsikan temuan yang diperolah berdasarkan hasil pengujian hipotesis.

Keunggulan dan Kelemahan SPI
Keunggulan :

a. SPI merupakan strategi pembelajaran yang menekankan kepada pengembangan aspek kognitif kogneitif,afektif dan psikomotor secara seimbang,sehingga pembelajaran melalui strategi ini dianggap lebih bermakna.
b. SPI dapat memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka.
c. SPI merupakan strategi yang dianggap sesuai dengan perkembangan psikologi modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan.
d. SPI dapat melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan diatas rata-rata.Artinya siswa yang memiliki kemampuan belajar bagus tidak akan terhambat oleh siswa yang lemah dalam be;lajar.

Kelemahan

a. SPI digunakan sebagai strategi pembelajaran,maka akan sulit mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa
b. Strategi ini sulit dalam merencanakan pembelajaran oleh karena terbentur dalam kebiasaan siswa dalam belajar
c. Kadang kadang dalam implementasimnya,memerlukan waktu yang panjang sehingga sering guru sulit menyesuaikannya dengan waktu yang telah ditentukan.
d. Selama ketentuan keberhasilan belajar ditentukan oleh kemampuan siswa menguasai materi pelajaran,maka SPI akan sulit diimplementasikan oleh setiap guru.

Thursday, July 22, 2010

RPP IPA SD KELAS 3

PROGRAM SEMESTER 1

Mata Pelajaran : SAINS
Satuan Pendidikan : SEKOLAH DASAR Kelas / Semester : III / 1 (satu)
Tahun Pelajaran : 2007–2008

No. Kompetisi Dasar Materi Alok Juli Agustus September Oktober November Desember
Pokok Waktu 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4

1.
1.1 Mengidentifikasi ciri-ciri dan kebutuhan makhluk hidup
1.2 Menggolongkan makhluk hidup secara sederhana
1.3 Mendeskripsikan perubahan yang terjadi pada makhluk hidup dan hal-hal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak (makanan, kesehatan, rekreasi, istirahat dan olah raga)
CIRI-CIRI DAN KEBUTUHAN MAKHLUK HIDUP
o Ciri-ciri dan kebutuhan makhluk hidup
o Penggolongan Makhluk hidup
o Perubahan Makhluk hidup
o Faktor yang memprngaruhi pertumbuhan dan Perkembangan Makhluk Hidup
24 jp 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 LIBUR IDUL FITRI

2.
2.1 Membedakan ciri-ciri lingkungan sehat dan lingkungan tidak sehat berdasarkan pengamatan
2.2 Mendeskripsikan kondisi lingkungan yang berpengaruh terhadap kesehatan
2.3 Menjelaskan cara menjaga kesehatan lingkungan sekitar
LINGKUNGAN
o Lingkungan sehat dan lingkungan tidak sehat
o Pengaruh kondisi Lingkungan terhadap kesehatan
o Berbagai cara memelihara kesehatan lingkungan 8 jp 2 2 2 2

3.
3.1 Mengidentifikasi sifat-sifat benda berdasarkan pengamatan meliputi benda padat, cair, dan gas
3.2 Mendeskripsikan perubahan sifat benda (ukuran, bentuk, warna, atau rasa) yang dapat diamati akibat dari pembakaran, pemanasan, dan diletakkan di udara terbuka
3.3 Menjelaskan kegunaan benda plastik, kayu, kaca, dan kertas
Benda dan Sifatnya
o Sifat benda berdasarkan wujudnya
o Perubahan sifat benda
o Kegunaan berbagai benda 10 jp 2 2 2 2 2
UJIAN AKHIR SEMESTER 2 jp 2
JUMLAH 44 jp 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
PROGRAM SEMESTER 2
Mata Pelajaran : SAINS
Satuan Pendidikan : SEKOLAH DASAR Kelas / Semester : III / 2 (dua)
Tahun Pelajaran : 2007–2008

No. Kompetisi Dasar Materi Alok Januari Februari Maret April Mei Juni
Pokok Waktu 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4

1.
4.1 Menyimpulkan hasil pengamatan bahwa gerak benda dipengaruhi oleh bentuk dan ukuran
4.2 Mendeskripsikan hasil pengamatan tentang pengaruh energi panas, gerak, getaran dalam kehidupan sehari-hari
4.3 Mengidentifikasi sumber energi dan kegunaannya

Energi dan perubahannya
o Gerak Benda
o Energi 18 jp 2 2 2 2 2 2 2 2 2

2.
5.1 Membuat kincir angin untuk menunjukkan bentuk energi angin dapat diubah menjadi energi gerak
5.2 Menerapkan cara menghemat energi dalam kehidupan sehari-hari


MENERAPKAN KONSEP ENERGI GERAK
o Karya yang menunjukkan Bahwa air dan angin menghasilkan energi gerak
o Hemat energi 6 jp 2 2 2

3.
6.1 Mendeskripsikan kenampakan permukaan bumi di lingkungan sekitar
6.2 Menjelaskan hubungan antara keadaan awan dan cuaca
6.3 Mendeskripsikan pengaruh cuaca bagi kegiatan manusia
6.4 Mengidentifikasi cara manusia dalam memelihara dan melestarikan alam di lingkungan sekitar

Bumi dan Alam semesta
o Kenampakan Permukaan bumi
o Hubungan keadaan langit dan cuaca
o Cuaca mempengaruhi kegiatan manusia
o Pelestarian sumber daya alam 18 jp 2 2 2 2 2 2 2 2 2
UJIAN AKHIR SEMESTER 2 jp 2
JUMLAH 44 jp 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2











PROGRAM TAHUNAN



Mata Pelajaran : SAINS
Satuan Pendidikan : SEKOLAH DASAR
Kelas : III
Tahun Pelajaran : 2007–2008

Semester Materi Alokasi Waktu
S E M E S T E R 1
CIRI-CIRI DAN KEBUTUHAN MAKHLUK HIDUP
A. Ciri-ciri dan kebutuhan makhluk hidup
B. Menggolongan Makhluk hidup
C. Perubahan Makhluk hidup
D. Faktor yang memperngaruhi pertumbuhan dan Perkembangan Makhluk Hidup
24 jp

LINGKUNGAN
A. Lingkungan Sehat dan lingkungan tidak sehat
B. Pengaruh kondisi lingkungan terhadap kesehatan
C. Berbagai cara memelihara kesehatan lingkungan 8 jp

BENDA DAN SIFATNYA
A. Sifat Benda Berdasarkan wujudnya
B. Perubahan Sifat Benda
C. Kegunaan Berbagai Benda 8 jp

UJIAN AKHIR SEMESTER 1
2 jp
S E M E S T E R 2
ENERGI DAN PERUBAHANNYA
A. Gerak Benda
B. Energi 18 jp

MENERAPKAN KONSEP ENERGI GERAK
A. Karya yang menunjukkan bahwa air dan angin menghasilkan energi gerak
B. Henat Energi 6 jp

BUMI DAN ALAM SEMESTA
A. Kenampakan permukaan bumi
B. Hubungan keadaaan langit dan cuaca
C. Cuaca Mempengaruhi kegiatan manusia
D. Pelestarian Sumber daya alam 18 jp

UJIAN AKHIR SEMESTER 2
2 jp

JUMLAH
86 jp

Mengetahui
Kepala Sekolah



( ) Jakarta,
Guru Mata Pelajaran



( )
















Mata Pelajaran : SAINS
Materi Pokok : Ciri-Ciri Dan Kebutuhan Makhluk Hidup
Pertemuan / waktu : Pertama / 2 x 30 menit
Metode : Ceramah dan praktek

A. Kompetensi Dasar
1.1 Mengidentifikasi ciri-ciri dan kebutuhan makhluk hidup

B. Indikator
o Mengidentifikasi ciri-ciri makhluk hidup
o Membedakan antara makhluk hidup dan makhluk tak hidup berdasarkan pengamatan ciri-cirinya.

C. Materi Essensial
Ciri-ciri dan kebutuhan makhluk hidup
o Makhluk hidup memerlukan makan (Hlm.4)

D. Media Belajar
o Buku SAINS SD Haryanto Erlangga Kelas III
o Kebun sekolah,

E. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa

1. Pendahuluan
o Menyampaikan Indikator dan kompetensi yang diharapkan
(5 menit)

2. Kegiatan Inti
o Memahami peta konsep tentang manusia hidup
o Melakukan kegiatan 1.1 dan tugas 1.1 hlm 3.
o Menjelaskan fungsi makan bagi makhluk hidup
o Menjelaskan makanan yang berasal dari tumbuhan dan makhluk hidup
o Memahami cara tumbuhan membuat makanan
- Tumbuhan membuat makanan sendiri
- Tumbuhan menyerap air
- Tumbuhan mengambil gas karbondioksida dari udara
(50 menit)

3. Penutup
o Memberikan kesimpulan bahwa makhluk hidup memerlukan makan
(5 menit)

4. Pekerjaan Rumah
o Mengamati makhluk hidup dan tak hidup di lingkungan rumah


Mengetahui
Kepala Sekolah



( ) Jakarta,
Guru Mata Pelajaran



( )










Mata Pelajaran : SAINS
Materi Pokok : Ciri-Ciri Dan Kebutuhan Makhluk Hidup
Pertemuan / waktu : Kedua / 2 x 30 menit
Metode : Ceramah

A. Kompetensi Dasar
1.1 Mengidentifikasi ciri-ciri dan kebutuhan makhluk hidup

B. Indikator
o Mengidentifikasi ciri-ciri makhluk hidup
o Membedakan antara makhluk hidup dan makhluk tak hidup berdasarkan pengamatan ciri-cirinya.

C. Materi Essensial
Ciri-ciri dan kebutuhan makhluk hidup
o Makhluk hidup bergerak (Hlm.4)
o Makhluk hidup tumbuh (Hlm.6)

D. Media Belajar
o Buku SAINS SD Haryanto Erlangga Kelas III

E. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa

1. Pendahuluan
o Mengulang materi pertemuan sebelumnya
(5 menit)

2. Kegiatan Inti
o Menagih tugas pertemuan sebelumnya
o Memahami bahwa makhluk hidup bergerak
- Manusia berjalan dan berlari
- Burung terbang dengan sayap dan berjalan dengan dua kaki
- Ikan berenang dengan sirip
- Cacing dan ular merayap dengan menggunakan perut
- Tumbuhan bergerak tumbuh ke atas
- Tumbuhan bergerak tumbuh kearah cahaya matahari
o Memahami bahwa makhluk hidup mengalami pertumbuhan
- Pertumbuhan tumbuhan ditandai denagn batang yang makin tinggi dan jumlah daun yang banyak

(50 menit)

3. Penutup
o Memberikan kesimpulan bahwa :
- Makhaluk hidup bergerak dengan berbagai cara
- Makhluk hidup mengalami pertumbuhan dari kecil menjadi besar
(5 menit)

4. Pekerjaan Rumah
o Amati pertumbuhan anak ayam yang baru menetes.


Mengetahui
Kepala Sekolah



( ) Jakarta,
Guru Mata Pelajaran



( )





Mata Pelajaran : SAINS
Materi Pokok : Rangka dan Panca Indera Manusia
Pertemuan / waktu : Ketiga / 2 x 30 menit
Metode : Ceramah dan praktek

A. Kompetensi Dasar
1.1 Mengidentifikasi ciri-ciri dan kebutuhan makhluk hidup

B. Indikator
o Mengidentifikasi ciri-ciri makhluk hidup
o Membedakan antara makhluk hidup dan makhluk tak hidup berdasarkan pengamatan ciri-cirinya.

C. Materi Essensial
Ciri-ciri dan kebutuhan makhluk hidup
o Makhluk hidup berkembang biak (Hlm.7)

D. Media Belajar
o Buku SAINS SD Haryanto Erlangga Kelas III

E. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa

1. Pendahuluan
o Mengulang materi pertemuan sebelumnya, dan membacakan indikator
(5 menit)

2. Kegiatan Inti
o Menagih tugas pertemuan sebelumnya
o Memahami bahwa makhluk hidup berkembang biak yaitu menghasilkan keturunan (anak) yang sama dengan induknya dengan tujuan untuk melestarika jenisnya dari kepunahan.
o Memahami bahwa cara makhluk hidup berkembang biak berbeda-beda
- Tumbuhan berkembang biak dengan biji
- Tumbuhan berkembang biak dengan tunas
- Ayam berkembang biak dengan telur
- Kucing berkembang biak dengan melahirkan
o Melakukan tugas 1.2 (Hlm.8)
(50 menit)

3. Penutup
o Memberikan kesimpulan bahwa makhluk hidup berkembang biak untuk melestarikan jenisnya

(5 menit)

4. Pekerjaan Rumaho –


Mengetahui
Kepala Sekolah



( ) Jakarta,
Guru Mata Pelajaran



( )








Mata Pelajaran : SAINS
Materi Pokok : Rangka dan Panca Indera Manusia
Pertemuan / waktu : Keempat / 2 x 30 menit
Metode : Ceramah dan praktek

A. Kompetensi Dasar
1.1 Mengidentifikasi ciri-ciri dan kebutuhan makhluk hidup

B. Indikator
o Mengidentifikasi ciri-ciri makhluk hidup
o Membedakan antara makhluk hidup dan makhluk tak hidup berdasarkan pengamatan ciri-cirinya.

C. Materi Essensial
Ciri-ciri dan kebutuhan makhluk hidup
o Makhluk hidup bernapas (Hlm.8)

D. Media Belajar
o Buku SAINS SD Haryanto Erlangga Kelas III

E. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa

1. Pendahuluan
o Mengulang materi pertemuan sebelumnya, dan membacakan indikator
(5 menit)

2. Kegiatan Inti
o Memahami bahwa makhluk hidup bernapas yaitu menghirup dan menghembuskan udara
o Menyebutkan apa saja yang terhirup saar bernapas
o Menyebutkan alat pernapasan makhluk hidup
- manusia bernapas dengan paru-paru
- Hewan ada yang bernapas dengan paru-paru, kulit dan insang
- Tumbuhan menggunakan seluruh permukaan tubuhnya untuk bernapas.
o Melakukan kegiatan 1.3 (Hlm.10)
(50 menit)

3. Penutup
o Memberikan kesimpulan bahwa makhluk hidup membutuhkan udara, air, makana dan tempat hidup untuk kelangsungan hidupnya

(5 menit)

4. Pekerjaan Rumah
o –


Mengetahui
Kepala Sekolah



( ) Jakarta,
Guru Mata Pelajaran



( )

Mata Pelajaran : SAINS
Materi Pokok : Ciri-Ciri Dan Kebutuhan Makhluk Hidup
Pertemuan / waktu : Kelima / 2 x 30 menit
Metode : Ceramah

A. Kompetensi Dasar
1.2 Menggolongkan makhluk hidup secara sederhana

B. Indikator
o Mengidentifikasi persamaan hewan dan tumbuhan.
o Menggolongkan hewan dan tumbuhan berdasarkan persamaan ciri-cirinya.

C. Materi Essensial
Penggolongan Hewan
o Penggolongan hewan berdasarkan tempat hidupnya (Hlm.11)
o Penggolongan hewan berdasarkan jenis makanannya (Hlm.13)
o Penggolongan hewan berdasarkan penutup tubuhnya (Hlm.14)

D. Media Belajar
o Buku SAINS SD Haryanto Erlangga Kelas III

E. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa

1. Pendahuluan
o Menyampaikan Indikator dan kompetensi yang diharapkan
(5 menit)

2. Kegiatan Inti
o Memahami peta konsep tentang penggolongan makhluk hidup
o Menyebutkan penggolongan hewan berdasarkan tempat hidupnya
- hewan darat (kangguru, singa, ular, burung hantu)
- hewan air :
air tawar (pesut, ikan mas, lele, arwana, koi, mujair, sepat)
air laut (tongkol, kakap, anjing laut, lomba-lomba, paus dan singa laut)
air payau (ikan bandeng)
- hewan amfibi (katak, salamander, )
o Menyebutkan penggolongan hewan berdasarkan jenis makanannya
- pemakan tumbuhan (sapi, kambing, kuda)
- pemakan hewan lain (singa, harimau, kucing)
- pemakan tumbuhan dan hewan (ayam, bebek, beruang, ikan mas)
o Menyebutkan penggolongan hewan berdasarkan penutup tubuhnya
- Sisik
- Bulu - Rambut halus
- Cangkang
s
(50 menit)

3. Penutup
o Memberikan kesimpulan bahwa makhluk dapat digolongkan berdasarkan tempat hidupnya, jenis makan, dan penutup tubuhnya

(5 menit)

4. Pekerjaan Rumah
o –


Mengetahui
Kepala Sekolah



( ) Jakarta,
Guru Mata Pelajaran



( )
Mata Pelajaran : SAINS
Materi Pokok : Ciri-Ciri Dan Kebutuhan Makhluk Hidup
Pertemuan / waktu : Keenam / 2 x 30 menit
Metode : Ceramah

A. Kompetensi Dasar
1.2 Menggolongkan makhluk hidup secara sederhana

B. Indikator
o Mengidentifikasi persamaan hewan dan tumbuhan.
o Menggolongkan hewan dan tumbuhan berdasarkan persamaan ciri-cirinya.

C. Materi Essensial
Penggolongan Hewan
o Penggolongan hewan berdasarkan cara bergeraknya (Hlm.15)
o Penggolongan hewan berdasarkan cara berkembangbiaknya (Hlm.16)
o Penggolongan hewan berdasarkan cara bernapasnya (Hlm.17)

D. Media Belajar
o Buku SAINS SD Haryanto Erlangga Kelas III

E. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa

1. Pendahuluan
o Mengulang materi pertemuan sebelumnya
(5 menit)

2. Kegiatan Inti
o Menyebutkan penggolongan hewan berdasarkan cara bergeraknya
- Kaki (burung, kambing, kalajengking, laba-laba)
- Perut (ular, cacing)
- Sirip (ikan)
o Menyebutkan penggolongan hewan berdasarkan cara berkembangbiaknya
- Bertelur (ayam, burung cecak, ular, kura-kura)
- Melahirkan (saping, gajah, kambing)
o Menyebutkan penggolongan hewan berdasarkan cara bernapasnya
- Paru-paru (sapi, kucing, ayam, burung, buaya)
- Insang (ikan)
- Kulit (cacing)
o Melakukan kegiatan 1.2 (Hlm.18)
(50 menit)

3. Penutup
o Memberikan kesimpulan bahwa hewan dapat digolongkan berdasarkan tempat hidupnya, makanan, penutup tubuh, cara bergerak, cara berkembangbiak dan cara bernapas

(5 menit)

4. Pekerjaan Rumaho –


Mengetahui
Kepala Sekolah



( ) Jakarta,
Guru Mata Pelajaran



( )





Mata Pelajaran : SAINS
Materi Pokok : Ciri-Ciri Dan Kebutuhan Makhluk Hidup
Pertemuan / waktu : Ketujuh / 2 x 30 menit
Metode : Ceramah dan praktek

A. Kompetensi Dasar
1.2 Menggolongkan makhluk hidup secara sederhana

B. Indikator
o Mengidentifikasi persamaan hewan dan tumbuhan.
o Menggolongkan hewan dan tumbuhan berdasarkan persamaan ciri-cirinya.

C. Materi Essensial
Penggolongan Tumbuhan
o Penggolongan tumbuhan berdasarkan bunganya (Hlm.19)
o Penggolongan hewan berdasarkan bijinya (Hlm.20)
o Penggolongan hewan berdasarkan akarnya (Hlm.21)

D. Media Belajar
o Buku SAINS SD Haryanto Erlangga Kelas III

E. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa

1. Pendahuluan
o Mengulang materi pertemuan sebelumnya, dan membacakan indikator
(5 menit)

2. Kegiatan Inti
o Menyebutkan penggolongan hewan berdasarkan bunganya
- Tumbuhan berbunga (mawar, melati, anggrek dan pohon buah-buahan)
- Tumbuhan tidak berbunga (suplir, paku kuda, tanduk rusa)
o Menyebutkan penggolongan hewan berdasarkan bijinya
- Dikotil (kacang-kacangan, rambutan, nangka)
- Monokotil (padi, jagung, kelapa, pisang, bawang)
o Menyebutkan penggolongan hewan berdasarkan akarnya
- Serabut (jagung , padi, tebu)
- Tunggang (mangga, jeruk, nangka, pepaya)
(50 menit)

3. Penutup
o Memberikan kesimpulan bahwa tumbuhan ada yang berakar serabut, tunggang,
(5 menit)

4. Pekerjaan Rumaho –


Mengetahui
Kepala Sekolah



( ) Jakarta,
Guru Mata Pelajaran



( )






Mata Pelajaran : SAINS
Materi Pokok : Ciri-Ciri Dan Kebutuhan Makhluk Hidup
Pertemuan / waktu : Kedelapan / 2 x 30 menit
Metode : Ceramah dan praktek

A. Kompetensi Dasar
1.2 Menggolongkan makhluk hidup secara sederhana

B. Indikator
o Mengidentifikasi persamaan hewan dan tumbuhan.
o Menggolongkan hewan dan tumbuhan berdasarkan persamaan ciri-cirinya.

C. Materi Essensial
Penggolongan Tumbuhan
o Penggolongan hewan berdasarkan batangnya (Hlm.22)
o Penggolongan hewan berdasarkan daunnya (Hlm.22)

D. Media Belajar
o Buku SAINS SD Haryanto Erlangga Kelas III
o Daun pepaya, singkong, jambu, mangga, genjer, gadung, rumput-rumputan

E. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa

1. Pendahuluan
o Mengulang materi pertemuan sebelumnya, dan membacakan indikator
(5 menit)

2. Kegiatan Inti
o Menyebutkan penggolongan hewan berdasarkan batangnya
- Tumbuhan batang basah (bayam, eceng gondok, kangkung)
- Tumbuhan batang berkayu (jati, mahoni, nangka, jambu)
- Tumbuhan batang rumput (padi dan rumput-rumputan)
o Menyebutkan penggolongan hewan berdasarkan daunnya
- Bertulang daun menyirip (daun mangga, rambutan, jambu, avokad, nangka)
- Bertulang daun menjari (pepaya, singkong, jarak, kapas)
- Bertulang daun sejajar (tebu, padi, rumput-rumputan)
- Bertulang daun melengkung (daun genjer dan gadung)
o Melakukan kegiatan 1.3 (Hlm.23)
(50 menit)

3. Penutup
o Memberikan kesimpulan bahwa tumbuhan dapat digolongkan berdasarkan bagian-bagiannya yaitu bunga, biji, akar, batang dan daun

(5 menit)

4. Pekerjaan Rumah
o –


Mengetahui
Kepala Sekolah



( ) Jakarta,
Guru Mata Pelajaran



( )

Mata Pelajaran : SAINS
Materi Pokok : Ciri-Ciri Dan Kebutuhan Makhluk Hidup
Pertemuan / waktu : Kesembilan / 2 x 30 menit
Metode : Ceramah

A. Kompetensi Dasar
1.3 Mendeskripsikan perubahan yang terjadi pada makhluk hidup dan hal-hal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak (makanan, kesehatan, rekreasi, istirahat dan olah raga)

B. Indikator
o Mengidentifikasi perubahan-perubahan tubuh manusia melalui pengamatan gambar.
o Menafsirkan berdasarkan data pengukuran bahwa bertambahnya tinggi dan berat badan menunjukkan adanya pertumbuhan.

C. Materi Essensial
Perubahan Makhluk hidup
o Pertumbuhan dan perubahan manusia (Hlm.25)

D. Media Belajar
o Buku SAINS SD Haryanto Erlangga Kelas III

E. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa

1. Pendahuluan
o Menyampaikan Indikator dan kompetensi yang diharapkan
(5 menit)

2. Kegiatan Inti
o Memahami peta konsep tentang perubahan makhluk hidup
o Melakukan tugas 1.4 (Hlm.26)s
(50 menit)

3. Penutup
o Memberikan kesimpulan bahwa pertumbuhan maanusia ditandai dengan pertambahan tinggi, berat, dan besar tubuh.

(5 menit)

4. Pekerjaan Rumah
o Melakukan tugas 1.4 untuk keluarga di rumah.


Mengetahui
Kepala Sekolah



( ) Jakarta,
Guru Mata Pelajaran



( )














Mata Pelajaran : SAINS
Materi Pokok : Ciri-Ciri Dan Kebutuhan Makhluk Hidup
Pertemuan / waktu : Kesepuluh / 2 x 30 menit
Metode : Ceramah dan praktek

A. Kompetensi Dasar
1.3 Mendeskripsikan perubahan yang terjadi pada makhluk hidup dan hal-hal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak (makanan, kesehatan, rekreasi, istirahat dan olah raga)

B. Indikator
o Mengidentifikasi perubahan-perubahan tubuh manusia melalui pengamatan gambar.
o Menafsirkan berdasarkan data pengukuran bahwa bertambahnya tinggi dan berat badan menunjukkan adanya pertumbuhan.

C. Materi Essensial
Perubahan Makhluk hidup
o Pertumbuhan hewan dan tumbuhan (Hlm.27)

D. Media Belajar
o Buku SAINS SD Haryanto Erlangga Kelas III
o Biji kedelai, atau biji kacang hijau, kapas, wadah.

E. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa

1. Pendahuluan
o Mengulang materi pertemuan sebelumnya
(5 menit)

2. Kegiatan Inti
o Menjelaskan pertumbuhan hewan
o Menjelaskan pertumbuhan tumbuhan
Kulit biji melunak – akar mulai tumbuh – tumbuh batang dan pucuk daun – batang bertambah tinggi dan daunnya lebar
o Melakukan tugas 1.5 (Hlm.29)
(50 menit)

3. Penutup
o Memberikan kesimpulan bahwa:
- Pertumbuhan hewan ditandai dengan pertambahan tinggi, berat dan besar tubuh.
- Pertumbuhan pada tumbuhan ditandai dengan pertambahan tinggi tumbuhan, ukuran daun, banyaknya daun, banyaknya ranting, dan besar batang.

(5 menit)

4. Pekerjaan Rumaho –


Mengetahui
Kepala Sekolah



( ) Jakarta,
Guru Mata Pelajaran



( )







Mata Pelajaran : SAINS
Materi Pokok : Ciri-Ciri Dan Kebutuhan Makhluk Hidup
Pertemuan / waktu : Kesebelas / 2 x 30 menit
Metode : Ceramah dan praktek

A. Kompetensi Dasar
1.3 Mendeskripsikan perubahan yang terjadi pada makhluk hidup dan hal-hal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak (makanan, kesehatan, rekreasi, istirahat dan olah raga)

B. Indikator
o Mengidentifikasi perubahan-perubahan tubuh manusia melalui pengamatan gambar.
o Menafsirkan berdasarkan data pengukuran bahwa bertambahnya tinggi dan berat badan menunjukkan adanya pertumbuhan.

C. Materi Essensial
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan manusia
o Makanan bergizi seimbang (Hlm.30)

D. Media Belajar
o Buku SAINS SD Haryanto Erlangga Kelas III
o Makanan pokok, lauk pauk, sayur-sayuran, buah-buahan.

E. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa

1. Pendahuluan
o Mengulang materi pertemuan sebelumnya, dan membacakan indikator
(5 menit)

2. Kegiatan Inti
o Menyebutkan makanan bergizi seimbang serta manfaatnya
- Makanan pokok (nasi, roti, jagung, singkong dan sagu)
- Lauk-pauk (daging, ikan ayam, telur, dan tempe)
- Sayur-sayuran (bayam, kangkung, kacang panjang, taoge dan wortel)
- Buah-buahan (pepaya, mangga, jeruk, pisang dan apel)
o Melakukan kegiatan 1.4
(50 menit)

3. Penutup
o Memberikan kesimpulan bahwa agar tubuh kita tumbuh sehat dan kuat, kita harus memakanmakanan bergizi seimbang secara teratur.

(5 menit)

4. Pekerjaan Rumaho –


Mengetahui
Kepala Sekolah



( ) Jakarta,
Guru Mata Pelajaran



( )










Mata Pelajaran : SAINS
Materi Pokok : Ciri-Ciri Dan Kebutuhan Makhluk Hidup
Pertemuan / waktu : Keduabelas / 2 x 30 menit
Metode : Ceramah dan praktek

A. Kompetensi Dasar
1.3 Mendeskripsikan perubahan yang terjadi pada makhluk hidup dan hal-hal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak (makanan, kesehatan, rekreasi, istirahat dan olah raga)

B. Indikator
o Mengidentifikasi perubahan-perubahan tubuh manusia melalui pengamatan gambar.
o Menafsirkan berdasarkan data pengukuran bahwa bertambahnya tinggi dan berat badan menunjukkan adanya pertumbuhan.

C. Materi Essensial
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan manusia
o Bahan tambahan makanan (Hlm.33)
o Istirahat rekreasi dan olahraga (Hlm.35)

D. Media Belajar
o Buku SAINS SD Haryanto Erlangga Kelas III

E. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa

1. Pendahuluan
o Mengulang materi pertemuan sebelumnya, dan membacakan indikator
(5 menit)

2. Kegiatan Inti
o Menjelaskan bahan tambahan makanan seperti bahan pengawet makanan , penyedap makanan, pewarna makanan
o Menyebutakan ciri-ciri makanan yang telah berbusuk
o Menyebutkan bahan makanan penyedap alamiah dan buatan
o Menyebutkan bahan makanan pewarna alamiah dan buatan
o Menjelaskan istirahat rekreasi dan olah raga untuk meningkatkan kesehatan.
o Mengerjakan Uji Kompetensi (Hlm.39)
o Mengerjakan Latihan soal (Hlm.42)
(50 menit)

3. Penutup
o Memberikan kesimpulan bahwa
- Penggunaan beberapa bahan tambahan makanan dapat meningkatkan cita rasa makanan
- Istirahat yang cukup, rekreasi, dan olah raga yang teratur, dapat meningkatkan kesehatan tubuh.

(5 menit)

4. Pekerjaan Rumah
o –


Mengetahui
Kepala Sekolah



( ) Jakarta,
Guru Mata Pelajaran



( )

SEMESTER DUA



Mata Pelajaran : SAINS
Materi Pokok : Energi dan Perubahannya
Pertemuan / waktu : Pertama / 2 x 30 menit
Metode : Ceramah dan praktek

A. Kompetensi Dasar
4.1 Menyimpulkan hasil pengamatan bahwa gerak benda dipengaruhi oleh bentuk dan ukuran

B. Indikator
o Mengidentifikasi berbagai gerak benda melalui percobaan, misalnya: menggelinding, jatuh, mengalir, memantul, berputar.
o Mengidentifikasi hal-hal yang mempengaruhi gerak benda, misalnya: berat-ringan, bentuk dan permukaan benda (kasar-halus).

C. Materi Essensial
Gerak Benda
o Jenis-jenis gerak (hlm.96)

D. Media Belajar
o Buku SAINS SD Haryanto Erlangga Kelas III
o Kelereng, bola kasti, kotak kardus, papan halus, meja datar, penggaris.

E. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa

1. Pendahuluan
o Menyampaikan Indikator dan kompetensi yang diharapkan
(5 menit)

2. Kegiatan Inti
o Memahami peta konsep tentang gerak benda
o Melakukan kegiatan 4.1 hlm 97.
o Memahami bahwa :
- Benda bulat dapat melakukan gerakan berputar
- Pada lintasan miring benda bulat menggelinding (berputar dan berpindah)
- Benda bulat, benda lembaran, akan jatuh ke bawah jika tidak ada yang menahannya.
- Benda dapat bergerak berbalik arah.
- Benda cair dapat mengalir
(50 menit)

3. Penutup
o Memberikan kesimpulan bahwa jenis gerak benda antara lain berputar, menggelinding, jatuh, memantul, dan mengalir

(5 menit)

4. Pekerjaan Rumaho -


Mengetahui
Kepala Sekolah



( ) Jakarta,
Guru Mata Pelajaran



( )






Mata Pelajaran : SAINS
Materi Pokok : Energi dan Perubahannya
Pertemuan / waktu : Kedua / 2 x 30 menit
Metode : Ceramah

A. Kompetensi Dasar
4.1 Menyimpulkan hasil pengamatan bahwa gerak benda dipengaruhi oleh bentuk dan ukuran

B. Indikator
o Mengidentifikasi berbagai gerak benda melalui percobaan, misalnya: menggelinding, jatuh, mengalir, memantul, berputar.
o Mengidentifikasi hal-hal yang mempengaruhi gerak benda, misalnya: berat-ringan, bentuk dan permukaan benda (kasar-halus).

C. Materi Essensial
Gerak Benda
o Hal-hal yang mempengaruhi gerak benda (Hlm.99)

D. Media Belajar
o Buku SAINS SD Haryanto Erlangga Kelas III
o Dua bola bekel yang berbeda bobotnya, kertas HVS dua lembar, dua bola kecil, lem kertas.

E. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa

1. Pendahuluan
o Mengulang materi pertemuan sebelumnya
(5 menit)

2. Kegiatan Inti
o Melakukan kegiatan 4.2 Hlm.100
o Memahami bahwa berat benda dipengaruhi oleh bobot benda yang bergerak.
o Melakukan kegiatan 4.3 Hlm.101
o Memahami benda yang memiliki jenis dan bobot yang sama, kecepatan jatuh benda tersebut berbeda.

(50 menit)

3. Penutup
o Memberikan kesimpulan bahwa :
- Bobot benda dapat mempengaruhi gerak benda
- Luas permukaan benda mempengaruhi gerak jatuh benda.
(5 menit)

4. Pekerjaan Rumaho -


Mengetahui
Kepala Sekolah



( ) Jakarta,
Guru Mata Pelajaran



( )









Mata Pelajaran : SAINS
Materi Pokok : Energi dan Perubahannya
Pertemuan / waktu : Ketiga / 2 x 30 menit
Metode : Ceramah dan praktek

A. Kompetensi Dasar
4.1 Menyimpulkan hasil pengamatan bahwa gerak benda dipengaruhi oleh bentuk dan ukuran

B. Indikator
o Mengidentifikasi berbagai gerak benda melalui percobaan, misalnya: menggelinding, jatuh, mengalir, memantul, berputar.
o Mengidentifikasi hal-hal yang mempengaruhi gerak benda, misalnya: berat-ringan, bentuk dan permukaan benda (kasar-halus).

C. Materi Essensial
Gerak Benda
o Hal-hal yang mempengaruhi gerak benda (Hlm.99) – Lanjutan –
o Gerak benda dan kegunaannya

D. Media Belajar
o Buku SAINS SD Haryanto Erlangga Kelas III
o Kelereng, papan, kotak kardus, papan halus, tikar plastik, karpert
o Mobil maianan, kotak kardus, papan halus, penggaris.

E. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa

1. Pendahuluan
o Mengulang materi pertemuan sebelumnya, dan membacakan indikator
(5 menit)

2. Kegiatan Inti
o Melakukan kegiatan 4.4. Hlm.102
o Memahami bahwa semakin kasar permukaan benda, semakin sulit benda itu menggelinding.
o Melakukan kegiatan 4.5.Hlm.103
o Benda lebih mudah mengelinding di permukaan yan halus dari pada yang kasar
(50 menit)

3. Penutup
o Memberikan kesimpulan bahwa :
- Semakin kasar permukaan suatu benda, semakin sulit benda itu mengelinding
- Permukaan lintasan yang halus mempermudah gerak benda dibandingkan permukaan lintasan yang lebih kasar

(5 menit)

4. Pekerjaan Rumaho –


Mengetahui
Kepala Sekolah



( ) Jakarta,
Guru Mata Pelajaran



( )

Mata Pelajaran : SAINS
Materi Pokok : Menerapkan konsep energi gerak
Pertemuan / waktu : Pertama / 2 x 30 menit
Metode : Ceramah dan praktek

A. Kompetensi Dasar
5.1 Membuat kincir angin untuk menunjukkan bentuk energi angin dapat diubah menjadi energi gerak

B. Indikator
o Menentukan rancangan yang akan dibuat modelnya, misalnya kincir angin/air.
o Menentukan alat dan bahan yang mudah diperoleh dan mudah digunakan.
o Memberikan alasan atas pemilihan alat / bahan.

C. Materi Essensial
Karya yang menunjukkan bahwa air dan angin menghasilkan energi gerak
o Kincir Angin (125)

D. Media Belajar
o Buku SAINS SD Haryanto Erlangga Kelas III
o Kertas karton, kertas biasa, lidi, lem, gunting

E. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa

1. Pendahuluan
o Menyampaikan Indikator dan kompetensi yang diharapkan
(5 menit)

2. Kegiatan Inti
o Melakukan kegiatan 5.1 Hlm 125.
o Memahami bahwa :
- Kicir angin digerakkan oleh angin
- Energi gerak pada kincir angin ditimbulkan oleh angin.
- Bentuk kincir amgin mempengaruhi gerakan kincir angin.
- Bahan yang kaku dan ringan membuat putaran semakin cepat.
o Menyebutkan kegunaan kincir angin.
(50 menit)

3. Penutup
o Kincir angin dipergunakan untuk membangkitkan listrik
(5 menit)

4. Pekerjaan Rumaho -


Mengetahui
Kepala Sekolah



( ) Jakarta,
Guru Mata Pelajaran



( )










Mata Pelajaran : SAINS
Materi Pokok : Menerapkan konsep energi gerak
Pertemuan / waktu : Kedua / 2 x 30 menit
Metode : Ceramah

A. Kompetensi Dasar
5.1 Membuat kincir angin untuk menunjukkan bentuk energi angin dapat diubah menjadi energi gerak

B. Indikator
o Menentukan rancangan yang akan dibuat modelnya, misalnya kincir angin/air.
o Menentukan alat dan bahan yang mudah diperoleh dan mudah digunakan.
o Memberikan alasan atas pemilihan alat / bahan.

C. Materi Essensial
Karya yang menunjukkan bahwa air dan angin menghasilkan energi gerak
o Kincir Air (126)

Hemat Energi (Hlm. 127)

D. Media Belajar
o Buku SAINS SD Haryanto Erlangga Kelas III
o Botol plastik bekasgabus, pita isolasi, tusuk sate, ember, pisau, gunting

E. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa

1. Pendahuluan
o Mengulang materi pertemuan sebelumnya
(5 menit)

2. Kegiatan Inti
o Melakukan kegiatan 5.2 Hlm 126.
o Memahami bahwa :
- Kicir air digerakkan oleh air.
- Terjangan air menyebabkan kincir air berputar.
- Semakin deras aliran air, semakin kencang putaran air.
o Menyebutkan kegunaan kincir angin.
- Untuk mengairi sawah
- Menggerakan generator
(50 menit)

3. Penutup
o Memberikan kesimpulan bahwa kincir air digerakkan air, untuk mengairi sawah dan menggerakkan generator.

(5 menit)

4. Pekerjaan Rumaho -


Mengetahui
Kepala Sekolah



( ) Jakarta,
Guru Mata Pelajaran



( )




Mata Pelajaran : SAINS
Materi Pokok : Menerapkan konsep energi gerak
Pertemuan / waktu : Ketiga / 2 x 30 menit
Metode : Ceramah dan praktek

A. Kompetensi Dasar
5.2 Menerapkan cara menghemat energi dalam kehidupan sehari-hari

B. Indikator
o Menjelaskan tujuan penggunaan sumber energi.
o Menerapkan cara menghemat energi di rumah dan di sekolah.

C. Materi Essensial
Hemat Energi (Hlm. 127)

D. Media Belajar
o Buku SAINS SD Haryanto Erlangga Kelas III

E. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa

1. Pendahuluan
o Menyampaikan Indikator dan kompetensi yang diharapkan
(5 menit)

2. Kegiatan Inti
o Memahami tujuan penggunaan sumber energi
o Memahami cara menghemat energi
- Menggunakan air secukupnya
- Menggunakan bahan bakar seperlunya
- Menggunakan alat listrik yang menggunakan daya rendah
- Menggunakan listrik seperlunya
o Melakukan uji kompetensi. Hlm.128
(50 menit)

3. Penutup
o Memberikan kesimpulan bahwa pemanfaatan energi gerak air dan angin merupakan salah satu penghematan energi

(5 menit)

4. Pekerjaan Rumaho -


Mengetahui
Kepala Sekolah



( ) Jakarta,
Guru Mata Pelajaran



( )










Mata Pelajaran : SAINS
Materi Pokok : Bumi dan Alam Semesta
Pertemuan / waktu : Pertama / 2 x 30 menit
Metode : Ceramah

A. Kompetensi Dasar
6.1 Mendeskripsikan kenampakan permukaan bumi di lingkungan sekitar

B. Indikator
o Mengidentifikasi berbagai bentuk permukaan bumi (daratan dan sebaran air)
o Menjelaskan melalui pengamatan model bahwa sebagian besar permukaan bumi terdiri atas air
o Menyimpulkan melalui pengamatan model bahwa bentuk bumi tidak datar, tetapi bulat pepat.

C. Materi Essensial
Kenampakan permukaan bumi.
o Permukaan bumi. (Hlm.132)

D. Media Belajar
o Buku SAINS SD Haryanto Erlangga Kelas III

E. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa

1. Pendahuluan
o Menyampaikan Indikator dan kompetensi yang diharapkan
(5 menit)

2. Kegiatan Inti
o Memahami peta konsep tentang Bumi
o Menjelaskan kenampakkan permukaan bumi
o Memahami permukaan bumi terdiri dari daratan dan lautan
o Mengetahui daratan yang luas dan disebut sebagai benua
o Menyebutkan wilayah daratan terdiri dari pegunungan, perbukitan, dataran dan lembah
o Menyebutkan wilayah sebaran air terdiri dari laut, sungai, danau, dan rawa.
o pegunungan, perbukitan, dataran dan lembah
(50 menit)

3. Penutup
o Memberikan kesimpulan bahwa
- Wilayah daratan terdiri dari pegunungan, perbukitan, dataran dan lembah.
- Wilayah sebaran air terdiri dari laut, sungai, danau, dan rawa.
(5 menit)

4. Pekerjaan Rumaho -


Mengetahui
Kepala Sekolah



( ) Jakarta,
Guru Mata Pelajaran



( )








Mata Pelajaran : SAINS
Materi Pokok : Bumi dan Alam Semesta
Pertemuan / waktu : Kedua / 2 x 30 menit
Metode : Ceramah dan praktek

A. Kompetensi Dasar
6.1 Mendeskripsikan kenampakan permukaan bumi di lingkungan sekitar

B. Indikator
o Mengidentifikasi berbagai bentuk permukaan bumi (daratan dan sebaran air)
o Menjelaskan melalui pengamatan model bahwa sebagian besar permukaan bumi terdiri atas air
o Menyimpulkan melalui pengamatan model bahwa bentuk bumi tidak datar, tetapi bulat pepat.

C. Materi Essensial
Kenampakan permukaan bumi.
o Permukaan bumi. – lanjutan –
o Bentuk bumi bulat. (Hlm.135)

D. Media Belajar
o Buku SAINS SD Haryanto Erlangga Kelas III
o Globe, kapal kertas

E. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa

1. Pendahuluan
o Mengulang materi pertemuan sebelumnya
(5 menit)

2. Kegiatan Inti
o Memahami bahwa bentuk permukaan bumi dapat digambarkan pada sebuah peta
o Selain peta penggambaran dengan peta permukaan bumi dapat digambarkan dengan sebuah globe
o Melakukan kegiatan 6.1. Hlm.135
o Melakukan kegiatan 6.2. Hlm 135
(50 menit)

3. Penutup
o Memberikan kesimpulan bahwa :
- Sebagian besar permukaan bumi merupakan daerah perairan.
- Bentuk bumi tidak datar tetapi bulat
(5 menit)

4. Pekerjaan Rumaho -


Mengetahui
Kepala Sekolah



( ) Jakarta,
Guru Mata Pelajaran



( )







Mata Pelajaran : SAINS
Materi Pokok : Bumi dan Alam Semesta
Pertemuan / waktu : Ketiga / 2 x 30 menit
Metode : Ceramah dan praktek

A. Kompetensi Dasar
6.2 Menjelaskan hubungan antara keadaan awan dan cuaca

B. Indikator
o Mengidentifikasi kondisi cuaca, misalnya: berawan, cerah, panas, dingin, hujan.
o Meramalkan keadaan cuaca yang akan terjadi berdasarkan keadaan langit, misalnya: awan tebal mungkin akan turun hujan.
o Menggambar secara sederhana symbol yang biasa digunakan untuk menunjukkan kondisi cuaca.

C. Materi Essensial
Hubungan keadaaan langit dan cuaca (Hlm.137)

D. Media Belajar
o Buku SAINS SD Haryanto Erlangga Kelas III
o Sebuah botol, air panas, es batu, piring kecil

E. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa

1. Pendahuluan
o Menyampaikan Indikator dan kompetensi yang diharapkan
(5 menit)

2. Kegiatan Inti
o Memahami peta konsep tentang cuaca
o Memahami keadaan udara pada satu wilayah tertentu dalam jangka waktu terbatas
o Menyebutkan kondisi cuaca, seperti :
- Cuaca berawan
- Cuaca cerah
- Cuaca panas
- Cuaca dingin
- Cuaca hujan
o Melakukan kegiatan 6.3. Hlm 138.
(50 menit)

3. Penutup
o Memberikan kesimpulan bahwa cuaca merupakan keadaan udara pada satu wilayah tertentu dalam jangka waktu terbatas

(5 menit)

4. Pekerjaan Rumaho -


Mengetahui
Kepala Sekolah



( ) Jakarta,
Guru Mata Pelajaran



( )






Mata Pelajaran : SAINS
Materi Pokok : Bumi dan Alam Semesta
Pertemuan / waktu : Keempat / 2 x 30 menit
Metode : Ceramah

A. Kompetensi Dasar
6.2 Menjelaskan hubungan antara keadaan awan dan cuaca

B. Indikator
o Mengidentifikasi kondisi cuaca, misalnya: berawan, cerah, panas, dingin, hujan.
o Meramalkan keadaan cuaca yang akan terjadi berdasarkan keadaan langit, misalnya: awan tebal mungkin akan turun hujan.
o Menggambar secara sederhana symbol yang biasa digunakan untuk menunjukkan kondisi cuaca.

C. Materi Essensial
Hubungan keadaaan langit dan cuaca (Hlm.137)

D. Media Belajar
o Buku SAINS SD Haryanto Erlangga Kelas III

E. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa

1. Pendahuluan
o Mengulang materi pertemuan sebelumnya
(5 menit)

2. Kegiatan Inti
o Memahami peristiwa hujan.
o Memahami keadaan awan dapat memberikan petunjuk keadaan cuaca pada beberapa jam
o Menyebutkan dan mendeskripsikan macam awan
- Awan sirus
- Awan kumulus
- Awan stratus
o Melakukan tugas 6.1. Hlm.140
(50 menit)

3. Penutup
o Memberikan kesimpulan bahwa :
- Bobot benda dapat mempengaruhi gerak benda
- Luas permukaan benda mempengaruhi gerak jatuh benda.
(5 menit)

4. Pekerjaan Rumaho -


Mengetahui
Kepala Sekolah



( ) Jakarta,
Guru Mata Pelajaran



( )






Mata Pelajaran : SAINS
Materi Pokok : Bumi dan Alam Semesta
Pertemuan / waktu : Kelima / 2 x 30 menit
Metode : Ceramah dan praktek

A. Kompetensi Dasar
6.3 Mendeskripsikan pengaruh cuaca bagi kegiatan manusia

B. Indikator
o Mengidentifikasi kegiatan manusia yang sesuai dengan keadaan cuaca tertentu.
o Mendeskripsikan hubungan antara pakaian yang dikenakan dengan keadaan cuaca.

C. Materi Essensial
Cuaca Mempengaruhi kegiatan manusia (Hlm.141)

D. Media Belajar
o Buku SAINS SD Haryanto Erlangga Kelas III

E. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa

1. Pendahuluan
o Menyampaikan Indikator dan kompetensi yang diharapkan
(5 menit)

2. Kegiatan Inti
o Memahami peta konsep tentang cuaca
o Menjelaskan perbedaan cuaca dan iklim
o Mengetahui dua musim yang terjadi di indonesia, yitu musim hujan dan musim kemarau
o Menyebutkan kegiatan manusia yang dipengaruhi keadaan cuaca
- Transportasi
- Bertani di sawah
- Membuat garam
o Menyebutkan kegiatan manusia yang dilarang dilakukan pada musim hujan
- Mendaki gunung
- Arung jeram
o Menyebutkan pakaian yang dipakai saat musim kemarau dan musim hujan
(50 menit)

3. Penutup
o Memberikan kesimpulan bahwa cuaca dapat mempengaruhi kegiatan manusia dan pakaian yang dikenakannya

(5 menit)

4. Pekerjaan Rumaho -


Mengetahui
Kepala Sekolah



( ) Jakarta,
Guru Mata Pelajaran



( )






Mata Pelajaran : SAINS
Materi Pokok : Bumi dan Alam Semesta
Pertemuan / waktu : Keenam / 2 x 30 menit
Metode : Ceramah dan praktek

A. Kompetensi Dasar
6.4 Mengidentifikasi cara manusia dalam memelihara dan melestarikan alam di lingkungan sekitar

B. Indikator
o Mengidentifikasi cara-cara yang digunakan manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam, misalnya air, tumbuhan dan hewan #).
o Memberi contoh perilaku yang menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dan yang merusak lingkungan.
o Menjelaskan dampak perilaku manusia terhadap lingkungan, misalnya menebang pohon berarti mengurangi tempat hidup burung dan hewan lainnya, membersihkan sampah dapat mengurangi pencemaran.

C. Materi Essensial
Pelestarian Sumber daya alam
o Pemanfaatan sumber daya alam (Hlm.144)

D. Media Belajar
o Buku SAINS SD Haryanto Erlangga Kelas III

E. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa

1. Pendahuluan
o Menyampaikan Indikator dan kompetensi yang diharapkan
(5 menit)

2. Kegiatan Inti
o Menyebutkan sumber daya alam yang dimanfaatkan manusia
- Tumbuhan → diperoleh dengan cara bertani
- Hewan → diperoleh dengan cara berternak
- Benda tak hidup → air, tanah, batuan, dan bahan tambang
o Melakukan tugas 6.2. Hlm.147
(50 menit)

3. Penutup
o Memberikan kesimpulan sumber daya alam yang dimanfaatkan manusia yaitu tumbuhan, hewan dan benda tak hidup

(5 menit)

4. Pekerjaan Rumaho -


Mengetahui
Kepala Sekolah



( ) Jakarta,
Guru Mata Pelajaran



( )








Mata Pelajaran : SAINS
Materi Pokok : Bumi dan Alam Semesta
Pertemuan / waktu : Ketujuh / 2 x 30 menit
Metode : Ceramah

A. Kompetensi Dasar
6.4 Mengidentifikasi cara manusia dalam memelihara dan melestarikan alam di lingkungan sekitar

B. Indikator
o Mengidentifikasi cara-cara yang digunakan manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam, misalnya air, tumbuhan dan hewan #).
o Memberi contoh perilaku yang menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dan yang merusak lingkungan.
o Menjelaskan dampak perilaku manusia terhadap lingkungan, misalnya menebang pohon berarti mengurangi tempat hidup burung dan hewan lainnya, membersihkan sampah dapat mengurangi pencemaran.

C. Materi Essensial
Pelestarian Sumber daya alam (Hlm.144)

D. Media Belajar
o Buku SAINS SD Haryanto Erlangga Kelas III

E. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa

1. Pendahuluan
o Mengulang materi pertemuan sebelumnya
(5 menit)

2. Kegiatan Inti
o Memahami bahwa sumber daya alam harus digunakan secara bijak
o Menyebutkan tindakan yang menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan
o Menyebutkan tindakan yang menunjukkan pengrusakan terhadap lingkungan
o Menyebutkan hewan-hewan yang hampir punah
(50 menit)

3. Penutup
o Memberikan kesimpulan bahwa kerusakan lingkungan dapat mengakibatkan terganggunya kehidupan makhluk hidupdi sekitarnya, termasuk manusia.

(5 menit)

4. Pekerjaan Rumah
o Tugas 6.3.Hlm.150


Mengetahui
Kepala Sekolah



( ) Jakarta,
Guru Mata Pelajaran



( )










Mata Pelajaran : SAINS
Materi Pokok : Bumi dan Alam Semesta
Pertemuan / waktu : Kedelapan / 2 x 30 menit
Metode : Ceramah dan praktek

A. Kompetensi Dasar
6.4 Mengidentifikasi cara manusia dalam memelihara dan melestarikan alam di lingkungan sekitar

B. Indikator
o Mengidentifikasi cara-cara yang digunakan manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam, misalnya air, tumbuhan dan hewan #).
o Memberi contoh perilaku yang menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dan yang merusak lingkungan.
o Menjelaskan dampak perilaku manusia terhadap lingkungan, misalnya menebang pohon berarti mengurangi tempat hidup burung dan hewan lainnya, membersihkan sampah dapat mengurangi pencemaran.

C. Materi Essensial
Pelestarian Sumber daya alam (Hlm.144)

D. Media Belajar
o Buku SAINS SD Haryanto Erlangga Kelas III

E. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa

1. Pendahuluan
o Mengulang materi pertemuan sebelumnya, dan membacakan indikator
(5 menit)

2. Kegiatan Inti
o Melakukan uji kompetensi. Hlm.153
(50 menit)

3. Penutup
o Memberikan motivasi untuk lebih giat belajar
(5 menit)

4. Pekerjaan Rumah
o Mengerjakan latihan soal Hlm.155


Mengetahui
Kepala Sekolah



( ) Jakarta,
Guru Mata Pelajaran



( )












Mata Pelajaran : SAINS
Materi Pokok : Bumi dan Alam Semesta
Pertemuan / waktu : Kesembilan / 2 x 30 menit
Metode : Ceramah

A. Kompetensi Dasar
6.4 Mengidentifikasi cara manusia dalam memelihara dan melestarikan alam di lingkungan sekitar

B. Indikator
o Mengidentifikasi cara-cara yang digunakan manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam, misalnya air, tumbuhan dan hewan #).
o Memberi contoh perilaku yang menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dan yang merusak lingkungan.
o Menjelaskan dampak perilaku manusia terhadap lingkungan, misalnya menebang pohon berarti mengurangi tempat hidup burung dan hewan lainnya, membersihkan sampah dapat mengurangi pencemaran.

C. Materi Essensial
Pelestarian Sumber daya alam (Hlm.144)

D. Media Belajar
o Buku SAINS SD Haryanto Erlangga Kelas III

E. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa

1. Pendahuluan
o Mengulang materi pertemuan sebelumnya, dan membacakan indikator
(5 menit)

2. Kegiatan Inti
o Mengerjakan latihan ulangan umum
(50 menit)

3. Penutup
o Memberikan motivasi untuk lebih giat belajar
(5 menit)

4. Pekerjaan Rumaho –


Mengetahui
Kepala Sekolah



( ) Jakarta,
Guru Mata Pelajaran



( )